RSS

Kata-kata Mutiara



Ø  Cinta adalah untuk surga dan surga adalah untuk cinta.
Ø  Cinta wanita yang sejati memberi sayap pada laki-laki, tetapi cinta yang palsu memberi belenggu.
Ø  Cinta adalah sebagai kemudi dalam bahtera kehidupan.
Ø  Cinta itu bermacam-macam, tetapi yang paling aman dan kekal adalah cinta yang melalui pintu kekasih.
Ø  Cinta adalah kunci dari tiap-tiap keadaan yang baik di dalam kehidupan manusia.
Ø  Cinta datangnya tak diketahui, tetapi perginya meninggalkan bekas.
Ø  Cinta kasih adalah penuh pengorbanan, penuh pengampunan, penuh penghargaan, dan penuh pengabdian pada sesamanya.
Ø  Cinta pertama adalah lebih indah, lebih mesra, dan kemungkinan memberi kebahagiaan dari pada cinta berikutnya, makaa dari itu peliharalah cinta pertama agar tumbuh subur sehingga anda dapat mengecap buahnya.
Ø  Cinta pertama adalah cinta yang murni dan hanya sekali saja timbul dari hati manusia.
Ø  Cinta itu bukan benda, tetapi semacam cita-cita hidup, sebab hidup tanpa cita-cita  tak mempunyai arti, sedangkan cita-cita tanpa di iringi cinta akan mati.
Ø  Kita semua dilahirkan untuk cinta, itulah permulaan dan akhir kehidupan.
Ø  Cinta adalah jalan terpendek  dari hati ke hati.
Ø  Cinta akan lebih indah bila dihiasi dengan air mata.
Ø  Cinta meliputi sepenuhnya kehidupan wanita, ia adalah penjaga dan surganya.
Ø  Cinta tak dapat di uji dengan ciuman, tetapi perasaan halus adalah pengujiannya.
Ø  Kawan dalam duka adalah kawan sejati.
Ø  Kawan sejati bagaikan 1 jiwa dalam dua badan.
Ø  Persahabatan sejati seperti satu tumbuh-tumbuhan yang tumbuh dengan perlahan-lahan dan harus mengalami serta mengatasi kejutan-kejutan dari kemalangan-kemalangan, sebelum ia berhak disebut persahabatan.
Ø  Dalam cinta, orang membutuhkan dipercaya, dalam persahabatan orang membutuhkan di mengarti.
Ø  Masa muda adalah waktu yang baik untuk membina dan menyempurnakan sifat dan kelakuan.
Ø  Dosa yang sangat berbahaya adalah yang merasa tak berdosa.
Ø  Kemalasan adalah kunci dari kemelaratan.
Ø  Kesombongan adalah kunci dari suatu kehancuran.
Ø  Sebaiknya berjuang untuk hidup jujur dari pada hidup mewah penuh dosa.
Ø  Pendidikan itu adalah perhiasan di waktu senang dan tempat berlindung di waktu susah.
Ø  Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Saat-saat yang Menegangkan dan Menakutkan



 Ketika aku kelas X semester 2, aku harus menjalani operasi karna penyakitku yang aneh. Katika itu aku sangat takut sekali untuk menjalaninya karna baru pertama kali aku harus menjalani operasi.
Pada saat itu, ada suatu yang ganjil di tubuhku tepatnya di bawah ketiak,  setelah aku periksa ternyata ada suatu yang aneh yang sebelumnya tidak ada, seperti benjolan yang bentuknya bulet namun itu tidak tampak di luar, ketika itu masih kecil. Tetapi sama aku cuma di diemin dan juga  aku tidak ngasih tau ke ibuku, karna menurutku ini hanya benjolan biasa yang lama-lama akan hilaang sendiri. Namun setelah lama-kelamaan ternyata perkiraanku salah, benjolan tersebut tambah membesar, bentuknya seperti kelereng. Karna semakin membesar, aku mulai khawatir dan perasaanku mulai tidak tenang karena aku takut sekali kalau sampai di operasi.

Setelah 2 minggu dari kejadian itu, aku mulai memberanikan diri untuk bilang atau cerita tentang penyakitku tadi. Ketika aku menanyakan penyakit itu, namun ibu juga tidak tau itu penyakit apa dan ibuku suruh aku periksa ke dokter. Saat itu aku tidak langsung pergi  ke dokter kerena ibuku masih banyak kerjaan. Setelah seminggu dari itu, aku bersama kedua oarang tuaku pergi ke Puskesmas Tongguh  Arosbaya, namun setelah sampai disana hasilnya sia-sia. Dokter disana juga tidak bisa mendeteksi  tentang penyakitku, dan dokter tersebut menyarankan untuk pergi ke rumah sakit di Bangkalan. akhirnya pun kami pulang ke rumah.

Setelah beberapa hari kemudian, aku bersama orang tuaku kembali pergi ke dokter namun tidak di rumah sakit melainkan di rumahnya sendiri. Rumahnya itu ke barat merlin di Bangkalan. Aku pergi kesana pada malam hari setelah adzan magrib kami berangkat. Setelah sampai disana dan diperiksa, dokternya pun billang kalau mau menghilangkan penyakit ini harus di operasi, karna kalau tidak penyakit ini semakin hari semakin membesar. Setelah mendengar itu, aku pun menjadi takut tidak karuan, dan aku tidak mau kalau sampai di operasi. Namun jalan satu-satu harus dengan operasi,  setelah mendengar nasehat ibuku, aku pada akhirnya mau dan  juga rasa takutku semakin menghilang serta aku mulai berani kalau harus di operasi. Dokter tersebut tidak dapat mengoprasiku karna dia takut ada yang salah atau fatal, dia menyarankan aku untuk pergi ke dokter yang ahli dalam hal ini yaitu dokter Totok, dan juga ia menitipkan surat pengantar  yang isinya yaitu tentang penyakitku yang  harus di opersai  untuk di kasih ke penjaganya tersebut.

Keesokan harinya tepatnya hari minggu aku bersama orang tuaku pergi ke rumah sakit dimana disitu tempat prakteknya dokter Totok ( Bangkalan ). Aku pergi kesana jam 08.30, setelah sampai disana ibuku langsung ngasih surat pengantar tersebut ke penjaganya, setelah ia membacanya ia kemudian membawaku ke ruangnya dan di periksa lagi. Setelah selesai di periksa lalu ia bilang ke ibuku kalau penyakit ini, untuk menghilangkanya harus di operasi dan ia juga menanyakan kepada kedua orang tuaku, “ Pak, Bu..., apa mau dilakukan kan sekarang atau hari lain operasinya, tapi seandainya sekarang aku mau menelpon dokternya bisa atau tidak”. Dan bapakku milih sekarang, lalu si penjaga tersebut menelpon dokternya ternyata dokternya tersebut bisa, sebelum itu dilakukan orang tuaku harus banyar uang untuk operasi dan obat-obatannya. Ketika itu ibu hanya bawa uang sedikit karna tidak ngira kalau operasi akan di lakukan sekaranng juga, lalu bapakku pulang untuk ngambil uang dan juga beli obat-obatan untuk operasi nanti. Namun sebelum aku menjalani operasi , aku harus berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam dan di saat itu aku mulai di infus.

Setelah beberapa jam kemudian, dokternya  pun datang dan juga bapakku datang bersama keluargaku. Karna dokternya sudah datang maka operasinya akan segera di lakukan, namun sebelum itu aku harus ganti baju yang sudah di sediakan rumah sakit tersebut. Rasa takut yang dulu tidak ada, namun sekarang kembali lagi. Setelah aku selesai ganti baju, dokternya pun langsung membawaku ke ruang operasi, sebelumnya aku mau minta barengin sama ibuku ke dalam ruang operasi tapi dengan dokternya tidak mengijinkan ibuku masuk. Ketika aku menuju ruang operasi, aku sambil nangis karena ketakutan, di samping itu ibu mengikutiku di belakang sampai depan pintu ruang operasi. Ternyata setelah aku masuk, di dalam sudah ada 3 dokter yang menunggu, semuanya laki-laki termasug dokter yang membawaku, jadi dokter yang mengoperasiku ada 4 orang dan semuanya itu besar-basar. Melihat dokter dan ruangannya tersebut aku tambah jadi yang menangis. Kemuadian aku langsung di baringkan di tempat tidur, kedua tangan, kaki, badan semuanya di ikat, setelah itu aku di suntik mati rasa supaya ketika operasi tidak kerasa apa-apa. Setelah di suntik aku mulai sudah tidak sadar lagi dan operasinya pun di mulai.

Setelah 1 jam kemudian, operasinya sudah selesai dan juga alhamdullah berjalan dengan lancar. Setelah itu aku di bawa kembali ke ruang rawat seperti semula, namun ketika itu aku masih tetap menangis malah tambah parah dari sebelum di operasi. Setelah beberapa jam kemudian hatiku pun mulai sudah agak tenang, dan alhamdullah kepalaku sudah tidak terasa pusing lagi. Karena tidak pusing lagi, dokternya pun mengizinkan aku langsung pulang tanpa menginap di rumah sakit.
Jam 8 aku pulang dari rumah sakit, namun sebelum itu aku masih minta surat keterangan sakit untuk di kasih ke sekolah. Lalu kami pulang tapi di perjalanan masih berenti karna harus menebus obatku.
Setelah sampai di rumah, ternyata banyak tetanggaku yang menunggu di rumah + menanyakan tentang keadaanku. Aku tidak tau harus menjawabnya gimana tapi waktu ibu ibuku yang menjawabnya dan juga menceritakan ke tatangga tentang keadaanku, dan aku sesampai di rumah langsung tidur.

Keesokan harinya banyak saudara-saudaraku yang menjengukku, dan teman SMPku, serta teman-teman SMAku beserta wali kelasku juga ikut. Di saat itu aku harus kontrol  2 kali dalam seminggu, sampai sakitku benar-benar sembuh.
 Setelah 5 hari dari itu, karna badanku sudah agak enakan dan juga sakitku sudah membaik, aku mulai masuk sekolah lagi. Aku senang sekali bisa kembali sekolah seperti semula, dan aku berharap  semoga operasi ini akan menjadi yang pertama+terakhir dalam hidupku.

Sekian

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Refreshing

Ketika usai UTS, tepatnya hari senin tanggal 20 Oktober 2014. Waktu itu, UTS untuk kelas XI hanya satu mata pelajaran yaitu TIK, jadi kelas XI dapat pulang lebih cepat dari biasanya. Ketika itu Hoirotul Ummah (Uum) yang tak lain adalah murid kelas XI IPA 1 atau teman kelasku, mengajaknya main ke rumahnya. Dan anak-anak pun mau dengan ajakan Uum, namun tidak semua murid dari kelas XI IPA 1 yang ikut ke rumahnya Uum, hanya 13 orang yang pergi kesana diantaranya: Anis, Jennah, Yanti, Putri, Roby, Uum, Zahro, Amir, Attaka, Huryanto, Yakin, Fahmi, dan saya sendiri. Kami kesana menggunakan sepeda motor, dan tiap anak berboncengan hanya saja 1 yang sendirian atau tidak berboncengan.

Setelah kami selesai mengerjakan UTS, kami tidak langsung berangkat ke rumahnya Uum, karena bagi yang membawa sepeda motor belum boleh pulang, saat itu pintu tempat parkirnya masih di kunci, jadi kami harus menunggunya sampai di buka. Setelah beberapa menit kemudian pintunya pun di buka dan anak-anak yang membawa sepeda mengambilnya, lalu kami pun berangkat ke rumahnya Uum. kami kesana tidak hanya pengen tau rumahnya Uum, namun kami juga ingin refreshing.
Rumahnya Uum yaitu di Jln.Mercu Suar, Slempit-Pernajuh dan dekat sekali dengan Mercu Suar, ketika itu kami tidak langsung menuju ke rumahnya Uum tapi kami masih pergi ke Mercu Suar terlebih dahulu. Untuk masuk ke dalam Menara Mercu Suar, kami semua di kenai biaya 3000 perorang dan parkirnya pun alhamdullah gratis.
 
Aku senang sekali waktu itu, karena pertama kali aku pergi ke Mercu Suar dan bisa masuk ke dalam dan naik sampai paling atas atau ujung Mercu Suar tersebut. Ketika aku menaiki tangga demi tangga, perasaanku sangat gemeteran dan takut karena sebelunmya aku tidak pernah naik sampai setinggi ini, namun di samping itu aku juga senang sekali karena bisa melihat pemandangan yang begitu indah dari atas yang sebelumnya aku lihat. Selain melihat pemandangan yang indah, aku dan teman-temanku sambil foto-foto disana. Ketika aku berada di paling ujung atas sana, pemandangannya pun jauh lebih indah dari sebelumnya yang aku lihat di bawah tadi, dan aku tidak nyangka bisa berada di ujung paling atas menara Mercu Suar.

Setelah kami merasa puas di atas sana, lalu kami pun pulang atau menuju ke rumahnya Uum. Sesampai disana kami di suruh masuk ke dalam dan di suguhi berbagai makanan, diantaranya biskuit, kerupuk, minuman, dll, serta ada lagi makanan yang bikin anak-anak ketagihan yaitu “Sewel” rasanya enak sekali. Ketika itu Ibunya Uum suruh menghabiskan sewelnya tersebut, namun itu sudah habis sebelum ibunya Uum menyuruhnya, betapa malunya kami saat itu. Setelah beberapa jam disana, Uum juga berencana untuk mengajak kami semua pergi ke laut yang jaraknya tak jauh dari rumahnya. Namun sebelum kami pergi kesana, kami masih menunggu adzan sholat dzuhur. Setelah adzan tiba, kami semua pergi ke musolla dan sholat berjema’ah disana. Ketika itu Attaka yang menjadi imamnya.

Setelah selesai sholat, kami kembali ke rumahnya Uum dan duduk-duduk sejenak disana, lalu sesudah itu kami pergi ke laut yang di maksud Uum tadi. Ya meskipun katanya dekat, tapi lumayan juga sih agak jauh dikit. Sesampai di laut, ternyata tempatnya juga indah sekali, dan banyak batu-batuan besar di pinggir laut tersebut. Dan kami pun tak kan melewatkan suasana yang indah ini, kami disana sambil foto-foto di bebatuan pinggir laut tersebut. Ketika berangkatnya ke laut terasa panas sekali, namun setelah beberapa menit disana, panasnya pun berubah menjadi mendung, tapi kami masih asyik bermain disana dan menghiraukan mendung tersebut karena menurut kami tidak akan hujan. Namun lama-kelamaan awan pun semakin gelap dan kami pun pulang, ketika menuju pulang tiba-tiba ada hujan yang mengejar dari belakang kami, lalu kami berlari secepat mungkin, namun kesampaian juga dan anehnya waktu berlari anak-anak masih sempat saja berfoto-foto padahal hujannya hampir dekat dengan kita, ketika itu hujannya tidak terlalu deras. Dan setelah beberapa menit, hujannya pun berhenti, lalu kami kembali berjalan. Namun setelah beberapa detik, hujannya kembali turun dan lebih deras dari tadi. Kami pun kembali berlari dan akhirnya kami berhenti di sebuah gubuk dekat tambak, di tambak tersebut banyak sekali ikan yang mati sehingga baunya sangat menyengat sekali sampai-sampai kami semua mau muntah. Setelah hujannya agak mendingan, kami pun pergi dari gubuk tersebut ke rumahnya Uum. Meskipun kami kehujanan tapi ini sangat menyenangkan.

Setelah sampai di rumahnya Uum, kami sangat kelelahan sekali karena lari-larian mulai dari laut sampai rumahnya Uum, tapi untung saja seragam yang kami pakai tidak terlalu basah. Kami pun beristirahat di dalam sambil tidur-tiduran disana, dan juga menunggu hujannya sampai reda. Sekitar jam 02.00, hujan mulai reda dan kami pun pamit pulang ke Uum serta Ibunya. Saat perjalanan pulang ternyata gerimis lagi, namun kami masih tetap melanjutkan perjalanan kami dan untung saja semakin ke timur atau ke Bangkalan tidak hujan. Aku senang sekali bisa berkunjung ke rumah temanku dan juga aku mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekali, bisa seru-seruan bersama teman-temanku disana.

Sekian

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MARTAJESAH



Hai shobat….., sudah pada tau’ martajesah khan atau yang biasa kalian sebut dengan tejesah,  sudah tau’  khan, masjid yang sudah ada sejak dulu ini sudah mulai terkenal ke seluruh luar jawa, bahkan tak jarang dari peziarah- peziarah yang datang bila di tanyakan , mereka berasal dari luwar jawa, yang kebetulan ke bangkalan mau ziarah ke makam buju’ Syaikhona Kholil.

      Masjid yang terletak di melajah Bangkalan Madura ini, mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat Bangkalan maupun di luar Jawa, yang selalu di padati oleh Para Peziarah ke makam Syaikhona Kholil, dari berbagai kota. Kemegahan dan kemewehan masjid ini membuat para pengunjung  silih berdatangan, apalagi pada tiap malam jum’at  yang tak pernah sepi untuk berdo’a  mengharap barokah beliau.

     Pada hari kamis biasanya mulai dari sore hari jalan – jalan mulai di padati oleh beberapa orang yang ingin melaksanakan sholat magrib berjema’ah atau bahkan ada juga dari mereka yang pengend bermalam di tempat tersebut. Dengan di tambah masjidnya sekarang tambah nan indah setelah di renovasi, dan juga luas sehinnga sejuk tempatnya dan membuat orang yang ada di tempat menjadi betah.

   Ditempat tersebut, juga di padati oleh para pedagang, sehingga para peziarah bisa membawa  oleh-oleh khas Madura. Beraneka macam, mulai dari makanan, pakaian, dll.  Seperti sate yang dikenal  dengan sate khas Madura. Jadi selain kita mendapatkan barokah nya Syaikhona Kholil, kita bisa membawa pulang tanpa tangan kosong, untuk keluarga di rumah. Apalagi kalau yang namanya hari puasa, makanan mulai dari jam 4 sudah tersedia beraneka macam makanan, mulai dari berkuah, yang tidak, gorengan, dan lain sebagainya.

Sejarah Syaikhona Kholil mungkin bagi masyakat, pasti sudah megenal sosok beliau. Yang telah di buku kan oleh santri  Syaikhona Kholil, yang terletak di ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan. Dengan buku ini dapat menjadi cermin keteladanan bagi siapa saja yang ingin mengambil pelajaran dari kehidupan Syaichona Kholil. Kiranya kehadiran buku ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya bagi ribuan orang peziarah dari berbagai pelosok Indonesia yang mengunjungi makamnya. Buku ini bisa menjadi oleh-oleh untuk bisa mengenal lebih jauh jati diri Syaichona Kholil selain dari apa yang mereka ketahui.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS